Pelatihan Pembuatan Website di STTKD: Meningkatkan Akses Informasi untuk Publik

Hari ini, Selasa, 23 Juli 2024, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) menyelenggarakan pelatihan pembuatan website. Acara ini diawali dengan kata pengantar dari Wakil Ketua II, Bapak Heru Susanto, S.Pd., M.Eng., yang menekankan pentingnya pengembangan website untuk meningkatkan kunjungan netizen sehingga informasi tentang STTKD dapat lebih mudah diakses oleh publik.

Pelatihan ini diisi oleh salah satu dosen Teknik Elektro, Bapak M. Luqman Bukhori, S.T., M.T. Beliau memberikan pengetahuan dan keterampilan terbaru mengenai pembuatan dan pengelolaan website yang efektif. Peserta pelatihan berasal dari berbagai program studi dan unit di STTKD, yaitu:

  • D3 Aeronautika
  • D2 Ground Handling
  • D3 Manajemen Transportasi
  • D4 Manajemen Transportasi Udara
  • S1 Teknik Dirgantara
  • S1 Rekayasa Mesin
  • S1 Teknik Elektro

Selain itu, pelatihan ini juga diikuti oleh perwakilan dari unit-unit lainnya di STTKD seperti Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Unit Ketarunaan, dan IT Support. Turut serta juga siswa tingkat SMK yang sedang PKL di STTKD.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pengelola website dalam menyajikan informasi yang akurat dan menarik, sehingga dapat mendukung visibilitas STTKD di dunia maya. Dengan adanya website yang informatif dan mudah diakses, diharapkan masyarakat luas dapat lebih mudah mendapatkan informasi seputar STTKD dan berbagai program studi yang ditawarkan.

Implementasi Pengujian Material dalam Kurikulum D3 Aeronautika

Dalam industri kedirgantaraan, keandalan dan keselamatan pesawat sangat bergantung pada kualitas material yang digunakan. Untuk memastikan material memenuhi standar tinggi ini, pengujian material menjadi krusial. Di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan, pengujian material diintegrasikan dalam kurikulum D3 Aeronautika untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan di dunia kerja. Artikel ini akan membahas tujuan praktikum, jenis-jenis pengujian material, aplikasi dalam bidang kedirgantaraan, dan bagaimana implementasinya dalam kurikulum D3 Aeronautika.

Tujuan Praktikum untuk Mahasiswa Teknik

Praktikum dalam bidang teknik memiliki beberapa tujuan penting, yaitu:

  1. Mengaplikasikan Teori: Menghubungkan konsep teoretis yang dipelajari di kelas dengan aplikasi praktis di lapangan.
  2. Meningkatkan Keterampilan Teknis: Mengembangkan keterampilan teknis melalui penggunaan alat dan teknologi yang relevan dengan bidang studi.
  3. Memahami Prosedur dan Metodologi: Mempelajari dan memahami prosedur serta metodologi standar yang digunakan dalam industri.
  4. Mengembangkan Kemampuan Analitis: Meningkatkan kemampuan analitis dan problem-solving melalui eksperimen dan analisis data.
  5. Menyiapkan untuk Dunia Kerja: Memberikan pengalaman praktis yang mirip dengan kondisi kerja sebenarnya untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia profesional.
  6. Kolaborasi dan Kerja Tim: Melatih kemampuan bekerja dalam tim dan berkolaborasi dengan rekan untuk menyelesaikan tugas dan proyek.

Jenis-Jenis Pengujian Material untuk Mahasiswa Teknik

Beberapa jenis praktikum pengujian material yang relevan untuk mahasiswa teknik meliputi:

  1. Uji Tarik: Mengukur kekuatan tarik dan regangan material hingga patah.
  2. Uji Tekan: Menguji kemampuan material menahan gaya tekan hingga deformasi atau kegagalan.
  3. Uji Kekerasan: Menentukan kekerasan material menggunakan metode Brinell, Rockwell, dan Vickers.
  4. Uji Impact: Mengukur ketangguhan material terhadap benturan mendadak.
  5. Uji Fatigue: Menilai kemampuan material menahan beban siklis (berulang-ulang) hingga patah.
  6. Uji Korosi: Menilai ketahanan material terhadap korosi dalam berbagai lingkungan.
  7. Uji Kekasaran Permukaan: Mengukur kekasaran permukaan material.
  8. Uji Creep: Mengukur deformasi material di bawah beban konstan pada suhu tinggi dalam jangka waktu lama.

Aplikasi Pengujian Material dalam Bidang Kedirgantaraan

Dalam pembuatan dan perawatan pesawat, pengujian material memiliki peran vital:

  1. Uji Tarik: Menentukan kekuatan material untuk komponen struktural pesawat seperti sayap dan fuselage.
  2. Uji Tekan: Menguji komponen yang mengalami tekanan, memastikan kekuatan dan stabilitas struktur.
  3. Uji Kekerasan: Menentukan resistensi material terhadap keausan dan deformasi.
  4. Uji Impact: Menilai ketangguhan material terhadap benturan mendadak, penting untuk pintu pesawat dan penutup mesin.
  5. Uji Fatigue: Penting untuk komponen yang mengalami beban siklis, seperti sayap dan landing gear.
  6. Uji Korosi: Menguji ketahanan material terhadap korosi, penting untuk umur panjang komponen.
  7. Uji Kekasaran Permukaan: Mengurangi drag dan meningkatkan efisiensi bahan bakar dengan permukaan yang halus.
  8. Uji Creep: Menguji material di bagian mesin pesawat yang harus tahan terhadap suhu tinggi dan beban konstan.

Implementasi dalam Kurikulum D3 Aeronautika

Implementasi pengujian material dalam kurikulum D3 Aeronautika di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan melibatkan beberapa aspek:

Mata Kuliah Teoritis dan Praktis

  1. Mekanika Material: Mengajarkan dasar-dasar mekanika material, tegangan, regangan, dan perilaku material di bawah berbagai kondisi beban.
  2. Pengujian Material: Fokus pada metode dan teknik pengujian material, termasuk standar pengujian dan interpretasi hasil uji.

Laboratorium Pengujian Material

  1. Praktikum Laboratorium: Mahasiswa melakukan berbagai pengujian material di laboratorium, menggunakan peralatan dan metode yang digunakan dalam industri kedirgantaraan.
  2. Proyek Laboratorium: Mahasiswa mungkin diberi proyek yang mengharuskan mereka untuk melakukan serangkaian pengujian material pada spesimen tertentu, kemudian menganalisis dan melaporkan hasilnya.

Kerja Praktik

  1. Kerja Praktik: Mahasiswa menjalani kerja praktik di industri kedirgantaraan atau perusahaan terkait, di mana mereka dapat melihat dan terlibat langsung dalam proses pengujian material.

Proyek Akhir

  1. Penelitian dan Proyek Akhir: Mahasiswa D3 Aeronautika menyelesaikan proyek akhir yang sering kali melibatkan penelitian tentang material yang digunakan dalam industri kedirgantaraan. Mereka mungkin melakukan pengujian material sebagai bagian dari proyek ini untuk menguji hipotesis atau mengembangkan solusi baru.

Dengan pendekatan komprehensif ini, kurikulum D3 Aeronautika di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan memastikan bahwa lulusan memiliki pemahaman yang kuat tentang pengujian material dan siap berkontribusi dalam industri kedirgantaraan. Pengujian material yang ketat dan mendalam membantu menjaga standar keselamatan dan kinerja pesawat, sekaligus mempersiapkan mahasiswa untuk tantangan dunia kerja.

Aeromodeling: Hobi yang Menginspirasi dan Meningkatkan Keterampilan

Aeromodeling di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta

Aeromodeling adalah kegiatan yang melibatkan desain, konstruksi, dan penerbangan model pesawat. Di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta (STTKD), aeromodeling menjadi salah satu kegiatan favorit mahasiswa. Kegiatan ini tidak hanya mengasah keterampilan teknis dan kreativitas, tetapi juga membangun jiwa kompetitif dan kerja sama tim.

Manfaat Mengikuti Kegiatan Mahasiswa di Bidang Aeromodeling

Terlibat dalam kegiatan aeromodeling menawarkan berbagai manfaat. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Pengembangan Keterampilan Teknis: Mahasiswa belajar tentang aerodinamika, teknik konstruksi, dan penggunaan berbagai material. Keterampilan ini sangat berharga bagi mereka yang bercita-cita berkarir di bidang kedirgantaraan atau teknik mesin.
  2. Kreativitas dan Inovasi: Merancang dan membangun model pesawat membutuhkan imajinasi dan inovasi. Mahasiswa didorong untuk berpikir out-of-the-box dan menemukan solusi kreatif untuk tantangan yang dihadapi.
  3. Kerja Sama Tim: Banyak proyek aeromodeling dilakukan dalam kelompok, sehingga mahasiswa belajar bekerja sama, berbagi tugas, dan saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama.
  4. Peningkatan Konsentrasi dan Kesabaran: Kegiatan ini membutuhkan fokus dan ketelitian tinggi, yang membantu mahasiswa meningkatkan konsentrasi dan kesabaran dalam menyelesaikan tugas.
  5. Pengalaman Kompetisi: Mengikuti kompetisi aeromodeling memberi pengalaman berharga dalam menghadapi tantangan, mengelola stres, dan meraih prestasi.

Lomba LIGA NASIONAL FREE FLIGHT 2024 “ITD ADISUTJIPTO AERO COMPETITION”

Salah satu kompetisi besar yang diikuti oleh tim Aeromodelling STTKD adalah LIGA NASIONAL FREE FLIGHT 2024 “ITD ADISUTJIPTO AERO COMPETITION”. Lomba ini akan diadakan pada:

  • Tanggal: 30 Juni 2024
  • Nama Lomba: LIGA NASIONAL FREE FLIGHT 2024 “ITD ADISUTJIPTO AERO COMPETITION”
  • Kelas Lomba: OHLG INA, OHLG AMA, F1A, F1H, dan P30
  • Lokasi: Landasan Udara Militer Gading, Playen, Gunung Kidul
  • Jumlah Peserta: 180 orang

Tim Aeromodelling STTKD dalam bimbingan bapak Iqbal Rizki Putra, S.T., M.Eng. akan berpartisipasi dalam kelas lomba OHLG AMA. Kompetisi ini merupakan ajang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam merancang, membangun, dan menerbangkan model pesawat terbaik.

Penutup

Aeromodeling bukan sekadar hobi, tetapi juga wadah pengembangan diri yang memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mereka dapat mengasah keterampilan teknis, meningkatkan kreativitas, membangun kerja sama tim, serta meraih prestasi di berbagai kompetisi. Partisipasi dalam LIGA NASIONAL FREE FLIGHT 2024 adalah salah satu bukti semangat dan dedikasi mahasiswa STTKD dalam mengembangkan potensi diri di bidang aeromodeling.