GEOSPASIAL HADAPI COVID-19

WHO menyatakan Covid-19 sebagai Pandemi. Presiden Jokowi telah menyatakannya sebagai bencana nasional non alam. Penanggulangan bencana memerlukan alat bantu berupa informasi geospasial kebencanaan atau peta-peta bencana. Penanggulangan bencana terdiri dari 3 siklus, yaitu Pra-Bencana (potensi bencana untuk mitigasi), Saat-Bencana (sebaran bencana untuk tanggap darurat) dan Pasca-Bencana (dampak bencana untuk rehabilitasi). Demikian juga peta-peta bencana.

Saat ini, kita baru memiliki Peta sebaran Covid-19 yang dibuat berdasarkan laporan tentang domisili Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan kasus positif covid-19. Peta seperti itu seharusnya cukup detil. Idealnya di level satuan permukiman (setingkat Rukun Warga, RW), mengingat mereka memiliki ruang publik bersama, seperti rumah ibadah, taman, atau minimarket. Atau juga aktivitas bersama, seperti olahraga, arisan atau hajatan. Informasi zona merah (red zone) di tingkat kecamatan tak cukup membantu upaya physical distancing.

Idealnya peta ini bisa diakses via internet, dan pengguna mendapat alert ketika mendekati red zone. Andai setiap ODP dan PDP diwajibkan melapor tiap hari melalui gadgetnya, maka pergerakannya dapat dipantau, dan orang yang sehat dapat menghindarinya.

Peta mitigasi disiapkan berdasarkan peta potensi dan peta kerentanan. Peta Potensi Covid-19 disiapkan untuk daerah yang belum memiliki kasus. Kita tidak ingkari, bahwa ada daerah-daerah yang lebih rentan. Mereka adalah: daerah dengan hubungan sosial-ekonomi yang erat dengan zona merah. Seperti ketika Jakarta menjadi Zona Merah, otomatis Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi menjadi amat rentan. Kerentanan juga dipengaruhi usia (lansia lebih rentan), pendidikan (makin rendah literasi makin rentan), pendapatan (orang miskin lebih rentan, karena tempat tinggalnya atau lingkungannya sempit, sulit melakukan physical-distancing), jenis pekerjaan (beberapa profesi seperti sektor kesehatan, pelayanan publik, perdagangan dan jasa, juga sektor informal lebih rentan), penggunaan transportasi massal, latar belakang kesehatan, dan terakhir adalah preferensi keagamaan fatalistik.

Membuat peta kerentanan seperti ini tidak mudah. Data yang bisa dipasok dari hasil sensus biasanya hanya data usia, pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan. Adapun data lainnya harus didapat dari survei baru atau melalui media sosial.

Bencana covid-19 juga terkait kapasitas layanan kesehatan. Model prediksi dari pengalaman di Tiongkok (RRT) atau Korea Selatan (Korsel) tak bisa kita pakai. Jumlah dokter per 1000 penduduk, di Korsel 2,4; di RRT 1,8; sedang di Indonesia hanya 0,4. Jumlah kasur di Rumah Sakit per 1000 penduduk di Korsel 11,5; di RRT 4,2; sedang di Indonesia cuma 1,2. Fasilitas ICU per 100.000 penduduk, di Korsel 10,6; di RRT 3,6; sedang di Indonesia hanya 2,7. Angka-angka itu baru rata-rata. Tentu ada yang lebih rendah lagi, atau lebih rentan terhadap Covid-19.

Dengan peta Mitigasi ini, pemerintah bisa membuat kebijakan yang tepat untuk menyelamatkan daerah rentan agar kurva kesakitan bisa lebih landai, dan angka korban jiwa bisa ditekan.

Peta yang ketiga adalah Peta Rehabilitasi. Bencana Covid-19 tak hanya menimpa mereka yang sakit. Akan banyak daerah tanpa kasus covid-19, namun tetap menanggung dampak ekonominya.

Di Wuhan yang terpaksa diisolasi hampir dua bulan, angkutan umum libur, dan SPBU ditutup. Ekonomi berhenti. Pemerintah membantu supply logistik agar penduduk tetap memperoleh makanan, sanitasi pribadi dan energi. Jumlah orang dengan kesulitan ekonomi terdata jelas. Negara punya angka yang akurat. Mereka bahkan menggunakan teknologi 4.0, yaitu bigdata, dengan memanfaatkan smartphone yang kini nyaris ada di semua orang.

Di Indonesia, masih sulit melakukan ini, karena negara memang faqir data. Andaikata lockdown dilakukan seperti di Wuhan atau beberapa negara lain, anggota Polri dan TNI paling hanya bisa dikerahkan di jalan-jalan utama. Sedang di dalam permukiman atau desa-desa, perlu kesadaran umum agar tak ada penduduk yang bandel. Yang jelas, sektor informal akan sangat terpukul.

Dampak ekonomi pasti terjadi di sektor pariwisata. Kita bisa petakan sentra-sentra sektor pariwisata ini. Dampak ekonomi lainnya adalah industri yang melibatkan impor bahan baku atau expor hasilnya ke negeri-negeri yang juga terkena covid-19. Kebijakan Working From Home hanya bisa dilakukan pekerja yang mengolah data. Adapun pekerja pabrik, sektor logistik, dan pelayanan publik tak ada yang bisa dilakukan dari rumah.

Sayang kita masih faqir data untuk bisa memetakan ini semua dengan cepat. Kita berkejaran dengan waktu.

 

Sumber:

Prof. Dr.-Ing. Fahmi Amhar
Peneliti Utama Badan Informasi Geospasial
Anggota Dewan Penasehat Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE)

Pengumuman Kegiatan Akademik di lingkungan STTKD

Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang Pencegahan Virus COVID-19 dan Surat Edaran STTKD, dengan ini kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:

Pemberlakuan Work From Home untuk Dosen dan Pengelola Prodi

Selamat siang.

Sehubungan dengan surat edaran tentang pencegahan Covid-19, mulai hari ini tanggal 23 Maret 2020 hingga 30 Maret 2020 seluruh aktivitas bagi para Dosen dan Pengelola Prodi yang mulanya aktif di Kampus sekarang diganti menjadi Work From Home.

Sehingga, dalam pelayan maupun lainnya diberlakukan secara online (daring). Terima kasih.

Salam
Prodi D3 Aeronautika

Kesiapsiagaan dan Pencegahan COVID-19 di Lingkungan STTKD

Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) pada Satuan Pendidikan, maka Ketua STTKD menetapkan kebijakan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan segenap Sivitas Akademika STTKD Yogyakarta sebagai berikut:

  1. KESIAGAAN UMUM
  2. KEGIATAN AKADEMIK
  3. INFORMASI LAINNYA

Sumber: Surat Edaran Nomor S.E/03/III/2020/STTKD

Salam hangat,
Prodi D3 Aeronautika

[LLDIKTI5] Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tahun 2020

Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan
di lingkungan LLDIKTI  Wilayah V
Yogyakarta

Memperhatikan surat  Kepala Pusat Prestasi Nasional nomor 0052/J3/TU/2020  tanggal 25 Februari 2020  perihal Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres)  2020, dengan hormat kami beritahukan bahwa pada Tahun Anggaran 2020 Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menyelenggarakan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi  Tahun 2020 bagi mahasiswa Perguruan Tinggi secara berjenjang.

Sehubungan dengan hal tersebut kami berharap partisipasi Saudara untuk melaksanakan pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat Perguruan Tinggi  dengan mendaftarkan pemenangnya ke Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan mengacu pada Pedoman dari Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (terlampir).

Atas partisipasi dan kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih.

Lampiran:
1. Surat Pengumuman Petunjuk Pelaksanaan Pilmapres Tahun 2020
2. Petunjuk Pelaksanaan Pilmapres Tahun 2020

 

Sumber: https://lldikti5.ristekdikti.go.id/home/detailpost/pemilihan-mahasiswa-berprestasi-pilmapres-tahun-2020 

SKEP Pembimbing PKL dan TA Tahun Akademik 2019-2020 Prodi D3 Aeronautika

Selamat pagi dan semangat buat kita semua, bersama ini kami sampaikan Surat Keputusan Nomor : Skep/014/III/2019/STTKD tentang PENGANGKATAN PERSONEL DOSEN PEMBIMBING LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) DAN TUGAS AKHIR (TA) BAGI TARUNA-TARUINI PROGRAM D3 AERONAUTIKA T.A. 2019-2020.

Menetapkan Dosen pembimbing Laporan PKL dan TA serta diberikan tugas membimbing proses penyusunan Laporan PKL dan Tugas Akhir bagi Taruna-Taruni sesuai lampiran surat keputasan berikut.

Lampiran Surat Keputusan
Surat Keputusan Nomor: Skep/014/III/2019/STTKD

Hormat kami,
Prodi D3 Aeronautika

Turut Berduka Cita Sedalam-dalamnya

 

Telah meninggal dunia Ketua STTKD, Bapak Marsda TNI (Purn.) H. Udin Kurniadi, S.E., M.M. dalam usia 79 tahun.

Segenap civitas akademika dan seluruh keluarga besar STTKD dan khususnya Prodi D3 Aeronautika turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga amal dan ibadah beliau diterima disisi Tuhan YME dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Aamiin ya rabbal aalamiin.

Hormat kami,
Prodi D3 Aeronautika