Pelatihan Penulisan Website STTKD Kampus Penerbangan Jogja

Kamis, 1 Februari 2024 diselenggarakan Sharing Session Penulisan Artikel Website oleh unit IT Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan yang diikuti oleh pengelola prodi D3 Aeronautika bapak Muhammad Fa’iz Afatih, S.T., M,T.

Dalam era digital ini, keberadaan website menjadi sangat penting untuk berkomunikasi, berbagi informasi, dan membangun kehadiran daring. Salah satu keterampilan kunci yang diperlukan untuk merancang dan mengelola konten website yang efektif adalah kemampuan menulis.

Pentingnya Pelatihan Penulisan Website

  • Komunikasi yang Menyelaraskan
  • Keterampilan SEO (Search Engine Optimization)
  • Pemahaman Pembaca Online
    Manfaat Pelatihan Penulisan Website
  • Keterampilan Penyuntingan Konten
  • Penyusunan Judul yang Menarik
  • Penggunaan Multimedia
  • Strategi Pemasaran Konten
    Konten yang Berfokus pada Pengguna
  • Responsif Terhadap Kebutuhan Pembaca
  • Interaksi Melalui Komentar dan Feedback
    Pemahaman Etika Digital dan Hak Cipta
  • Etika Penulisan Digital
  • Perlindungan Hak Cipta

Diharapkan oleh pihak IT STTKD pelatihan penulisan website bukan hanya tentang mengolah kata-kata, tetapi juga mengenai memahami audiens digital dan menyampaikan pesan dengan efektif. Dengan merancang konten yang menarik dan relevan pada bidang aeronautika, dirgantara, manajemen transportasi udara, seseorang dapat berkontribusi pada pengalaman dunia aviasi yang lebih baik. Menguasai seni penulisan digital melalui pelatihan adalah langkah penting menuju sukses dalam era digital yang terus berkembang.

 

Pembekalan PKL Semester Genap 2023-2024

Kegiatan pembekalan Praktek Kerja Lapangan/On The Job Training, yang dilaksanakan oleh Unit PKL Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) pada 18 januari 2024. Dengan peserta adalah Program Studi D-III Aeronautika dan S-1 Teknik Dirgantara.

Sedianya pada semester genap 2023/2024 akan diterjunkan Taruna/I ke instansi mitra terkait untuk melaksanakan program PKL. Dengan mitra FL Technic, PT. Triganana Air Service, PT. Pelita Air Service, PT Sriwijaya Air, PT. NAM Air, PT Whitesky Aviation dan PT. Jasa Angkasa Semesta (JAS).

Dalam pembekalan kali ini menghadirkan Bapak Dr. Raden Fatchul Hilal, S.E., M.E. sebagai pemateri sekaligus selaku Ketua Unit PKL Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) dan Bapak Muhammad Fa’iz Alfatih, S.T., M.T. selaku sekretaris PRODI D-III Aeronautika.

Poin pembahasan pada kegiatan pembekalan adalah, motivasi belajar di dunia nyata dengan perbedaan penerapan teori atau materi yang didapatkan di kelas. Interaksi secara profesional di dunia kerja yang sebenarnya di hangar atau di kantor, diharapkan bisa membentuk etos kerja yang baik bagi Taruna/I peserta PKL. Juga dapat menambah jenis keterampilan yang dimiliki oleh Taruna/i agar dapat dikembangkan dan di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Serta bisa menjalin kerjasama yang baik antara Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) dengan dunia MRO atau dunia industri yang dipilih oleh para Taruna/i sebagai tempat PKL.

Melalui program ini Taruna/i diharapkan mampu mengembangkan keahlian nyata di bidang MRO (Maintenance Repair and Overhaul) di dunia aviasi. Dengan Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) sebagai salah satu sekolah tinggi penerbangan universitas penerbangan di Indonesia.

Kegiatan Pembrivetan Taruna/i Aeronautika Tahun 2023

Deskripsi Kegiatan

Kegiatan pembrivetan adalah salah satu pembekalan taruna/i Aeronautika untuk meningkatkan pengetahuan dan soft skill di bidang Aeronautika dan juga untuk menjalin kekeluargaan aeronautika. Kegiatan ini adalah kolaborasi antara Badan Eksekutif Taruna STTKD dan Himpunan Taruna Prodi Aeronautika. Pelaksanaan pembrivetan ini berlangsung di tanggal 1 – 26 Desember 2023. Untuk peserta kegiatan pembrivetan ini berjumlah 20 Taruna/i Aeronautika angkatan 2022

Panitia Pelaksana

Rundown Kegiatan

Onboarding Praktisi Mengajar STTKD 2023

Program Praktisi Mengajar (selanjutnya disebut “Program” atau “Praktisi Mengajar”) adalah bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (selanjutnya disebut “Program MBKM”) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (selanjutnya disebut “Kemdikbudristek”) yang menghubungkan Mahasiswa Indonesia dan para guru di suatu satuan pendidikan dan telah tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan Praktisi yang kompeten melalui mata kuliah kolaborasi bersama akademisi agar dapat memperoleh ilmu dan kecakapan yang relevan dengan kebutuhan dan tantangan di dunia kerja.

Dalam Program ini, mata kuliah dirancang dan dikelola secara bersama (kolaborasi) antara Dosen dan Praktisi, sehingga Mahasiswa dapat memperoleh pembelajaran holistik yang menghubungkan teori dengan praktik lapangan agar menguasai kompetensi secara utuh. Mahasiswa diharapkan dapat lebih siap untuk terjun ke dunia kerja, dan menjadi pemimpin masa depan dalam berbagai pilihan karir sesuai minat dan potensi masing-masing. Bimtek dipandu oleh bapak Adipura Danang Maulana,S.AB.,M.M.,CRMP. selaku koordinator perguruan tinggi pada program praktisi mengajar di STTKD. Diikuti oleh beberapa praktisi dari berbagai industri dan dosen-dosen seluruh program studi yang ada di STTKD yang tergabung dalam 5 kelompok kelas praktisi mengajar.

Mata kuliah yang dikolaborasikan dalam program praktisi mengajar di prodi D3 Aeronautika

    1. AIRCRAFT POWERPLANT
    2. AVIATION KNOWLEDGE
    3. DIGITAL TECHNIQUE
    4. HUMAN FACTOR AND SAFETY
    5. MAINTENANCE MANAGEMENT

Materi Bimtek

Baca juga: Kolaborasi STTKD dan Industri dalam Praktisi Mengajar

Rekomendasi Buku Referensi dan Media Pembelajaran dalam Mendukung Peningkatan Keilmuan di Bidang Teknik Aeronautika

 

Sistem pada pesawat terdiri dari banyak komponen dan sistem yang bekerja bersama untuk menjaga keselamatan dan keandalan penerbangan. Berikut adalah beberapa contoh dari sistem penting pada pesawat:

  1. Sistem mesin: Sistem mesin pada pesawat terdiri dari mesin dan komponen terkait seperti baling-baling, turbin, dan sistem bahan bakar. Sistem ini bertanggung jawab untuk menggerakkan pesawat dan memberikan tenaga yang diperlukan untuk terbang.
  2. Sistem hidrolik: Sistem hidrolik pada pesawat menghasilkan tekanan hidrolik yang digunakan untuk menggerakkan bagian-bagian pesawat seperti pengereman, kemudi, dan pintu kargo.
  3. Sistem listrik: Sistem listrik pada pesawat menyediakan listrik yang diperlukan untuk berbagai komponen seperti pencahayaan, sistem navigasi, sistem komunikasi, dan sistem pengontrol mesin.
  4. Sistem oksigen: Sistem oksigen pada pesawat menyediakan oksigen untuk kru pesawat dan penumpang saat terbang di ketinggian tinggi.
  5. Sistem kontrol penerbangan: Sistem kontrol penerbangan pada pesawat termasuk kemudi, sayap, dan sistem navigasi. Sistem ini bertanggung jawab untuk mengontrol pesawat selama penerbangan.
  6. Sistem kabin: Sistem kabin pada pesawat termasuk pencahayaan, ventilasi, dan sistem pendingin udara. Sistem ini bertanggung jawab untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang selama penerbangan.
  7. Sistem pendaratan: Sistem pendaratan pada pesawat termasuk roda, rem, dan sistem pengereman. Sistem ini bertanggung jawab untuk mengontrol dan memperlambat pesawat selama proses pendaratan.

(Buku-buku teknik aeronautika)

Guna memahami lebih jauh tentang pesawat terbang, pemahaman konsep dasar dan tingkat lanjut tentang pesawat perlu diasah dengan memperbanyak mempelajari referensi terkait. Berikut ini beberapa buku rekomendasi untuk pembelajaran yang berkaitan erat dengan teknik aeronautika:

  1. “Introduction to Flight” oleh John D. Anderson, Jr. – Buku ini memberikan pengantar yang lengkap dan mendalam tentang konsep dasar penerbangan, aerodinamika, dan sistem pesawat. Buku ini juga mencakup contoh penerapan teori dalam desain pesawat dan simulasi penerbangan.
  2. “Aircraft Design: A Conceptual Approach” oleh Daniel P. Raymer – Buku ini memberikan pandangan menyeluruh tentang proses desain pesawat, mulai dari konsep hingga konstruksi. Buku ini berfokus pada konsep-konsep dasar desain pesawat, seperti perhitungan beban, struktur pesawat, dan aerodinamika.
  3. “Flight Stability and Automatic Control” oleh Robert C. Nelson – Buku ini membahas kontrol penerbangan dan stabilitas pesawat, termasuk pengontrol otomatis dan sistem navigasi. Buku ini juga mencakup perhitungan matematika dan simulasi untuk menguji performa sistem kontrol penerbangan.
  4. “The Jet Engine” oleh Rolls-Royce plc – Buku ini memberikan penjelasan tentang mesin jet, mulai dari konsep dasar hingga desain mesin terbaru. Buku ini mencakup topik seperti siklus termodinamika, sistem pembakaran, dan sistem turbin.

(FAA Aviation Handbooks & Manuals)

Ada pula buku lainnya seperti FAA Aviation Handbooks & Manuals yang merupakan serangkaian buku dan manual yang diterbitkan oleh Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika Serikat. Berikut adalah beberapa buku dan manual dalam seri ini:

  1. Pilot’s Handbook of Aeronautical Knowledge: Buku ini memberikan penjelasan lengkap tentang prinsip dasar penerbangan, sistem pesawat terbang, navigasi, meteorologi, dan faktor manusia.
  2. Airplane Flying Handbook: Buku ini menyediakan panduan praktis untuk pilot tentang cara terbang pesawat, termasuk teknik takeoff, landing, dan manuver lainnya.
  3. Aircraft Weight and Balance Handbook: Buku ini menjelaskan cara menghitung dan mengatur beban pesawat untuk memastikan keselamatan penerbangan.
  4. Seaplane, Skiplane, and Float/Ski Equipped Helicopter Operations Handbook: Buku ini menjelaskan cara terbang dengan pesawat yang dilengkapi dengan roda ski, pelampung, atau skid helikopter.
  5. Instrument Flying Handbook: Buku ini menyediakan panduan untuk pilot tentang cara terbang dengan menggunakan instrumen pesawat, termasuk alat navigasi dan penerbangan instrumen.
  6. Glider Flying Handbook: Buku ini memberikan panduan untuk pilot yang ingin terbang dengan glider atau pesawat tanpa mesin.
  7. Aviation Maintenance Technician Handbook-Airframe: Buku ini menyediakan panduan teknis tentang pemeliharaan dan perbaikan airframe pesawat terbang. Buku ini terdiri dari tiga bagian utama:
  8. Airframe Structures: Bagian ini memberikan penjelasan tentang struktur airframe pesawat, termasuk bahan yang digunakan, teknik pembuatan, dan inspeksi yang diperlukan untuk memastikan keamanan penerbangan.
  9. Aircraft Systems: Bagian ini mencakup sistem pesawat seperti sistem hidrolik, sistem bahan bakar, sistem kelistrikan, dan sistem pneumatis. Buku ini memberikan informasi tentang fungsi masing-masing sistem dan teknik perawatan dan perbaikan yang diperlukan.
  10. Aircraft Maintenance: Bagian ini memberikan informasi tentang proses perawatan dan perbaikan pesawat, termasuk inspeksi, perbaikan, dan penggantian komponen.
  11. Aviation Maintenance Technician Handbook-Powerplant Buku ini menyediakan informasi tentang sistem dan komponen mesin pesawat terbang dan memberikan panduan teknis tentang pemeliharaan dan perbaikan mesin. Buku ini terdiri dari empat bagian utama:
  12. Aircraft Engines: Bagian ini memberikan penjelasan tentang berbagai jenis mesin pesawat, termasuk mesin piston, mesin turboprop, dan mesin jet. Buku ini juga mencakup informasi tentang prinsip dasar mesin, sistem bahan bakar, sistem pelumasan, dan sistem pendingin.
  13. Engine Fuel and Fuel Metering Systems: Bagian ini memberikan penjelasan tentang sistem bahan bakar dan pengukuran bahan bakar pada mesin pesawat. Buku ini mencakup informasi tentang jenis bahan bakar yang digunakan dalam mesin pesawat, sistem penyediaan bahan bakar, dan komponen pengukuran bahan bakar.
  14. Induction and Exhaust Systems: Bagian ini memberikan penjelasan tentang sistem induksi dan sistem pembuangan pada mesin pesawat. Buku ini mencakup informasi tentang bagaimana udara dihisap ke dalam mesin, bagaimana udara dipadatkan, dan bagaimana udara dipindahkan melalui mesin sebelum keluar ke sistem pembuangan.
  15. Engine Ignition and Electrical Systems: Bagian ini memberikan penjelasan tentang sistem pengapian dan sistem listrik pada mesin pesawat. Buku ini mencakup informasi tentang bagaimana sistem pengapian dan sistem listrik berfungsi, termasuk bagaimana sistem ini diperiksa dan dirawat.

Bagi sebagian besar mahasiswa, media pembelajaran interaktif memiliki beberapa manfaat dalam proses pembelajaran untuk membantu memperbaiki kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa, manfaat tersebut di antaranya:

  1. Meningkatkan keterlibatan siswa: Media pembelajaran interaktif memungkinkan siswa untuk lebih aktif terlibat dalam pembelajaran. Dengan fitur-fitur interaktif seperti animasi, video, simulasi, dan game, siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan menarik.
  2. Mempermudah pemahaman konsep: Media pembelajaran interaktif dapat membantu siswa memahami konsep dengan lebih mudah dan cepat. Hal ini disebabkan oleh penggunaan gambar, animasi, dan video yang dapat mengilustrasikan konsep secara visual dan lebih jelas.
  3. Meningkatkan daya ingat: Dengan fitur-fitur interaktif seperti quiz dan permainan, siswa dapat melatih daya ingat mereka dalam mengingat informasi yang telah dipelajari.
  4. Meningkatkan motivasi belajar: Media pembelajaran interaktif dapat membantu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Hal ini disebabkan oleh pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan menarik, serta fitur-fitur yang dapat memberikan penghargaan pada siswa yang berhasil.
  5. Menyediakan umpan balik yang cepat: Media pembelajaran interaktif dapat memberikan umpan balik secara cepat kepada siswa. Hal ini dapat membantu siswa memperbaiki kesalahan mereka dengan lebih mudah dan cepat.
  6. Meningkatkan keterampilan teknologi: Dengan menggunakan media pembelajaran interaktif, siswa dapat terbiasa dengan teknologi dan meningkatkan keterampilan mereka dalam penggunaan teknologi.
  7. Dengan manfaat-manfaat di atas, media pembelajaran interaktif dapat membantu memperbaiki kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.

(Beranda web resmi NASA GRC)

Rekomendasi media pembelajaran interaktif salah satunya dapat diakses pada situs NASA GRC. NASA Glenn Research Center (GRC), situs web resmi NASA GRC adalah https://www1.grc.nasa.gov. Situs web NASA GRC menyediakan berbagai informasi dan sumber daya tentang penelitian dan pengembangan di berbagai bidang teknologi penerbangan dan antariksa, termasuk aeronautika, teknologi mesin, sistem propulsi, teknologi bahan, dan teknologi sensor. Di situs web ini, pengunjung dapat menemukan informasi tentang proyek penelitian NASA GRC, publikasi teknis, video, gambar, dan berita terbaru tentang penemuan dan inovasi dalam bidang penerbangan dan antariksa. Selain itu, situs web ini menyediakan sumber daya untuk pendidikan dan pelatihan, termasuk program pendidikan, acara, dan sumber belajar online.

(Simulasi interaktif untuk pengenalan aeronautika)

NASA Glenn Research Center The Beginner’s Guide to Aeronautics (https://www.grc.nasa.gov/WWW/k-12/airplane) adalah panduan bagi pemula yang disusun oleh Pusat Penelitian Glenn NASA untuk memperkenalkan dasar-dasar aeronautika atau ilmu penerbangan. Panduan ini dirancang untuk membantu pembaca memahami prinsip-prinsip penerbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, baik Anda seorang mahasiswa, profesional, atau hanya orang yang tertarik pada bidang tersebut. Panduan ini dapat membantu memecah konsep-konsep yang kompleks dalam aeronautika menjadi konsep yang lebih mudah dipahami.

Bagi mahasiswa yang tertarik belajar melalui pengalaman belajar dengan praktik atau “learning by doing” yang memiliki beberapa manfaat di antaranya: meningkatkan keterampilan, meningkatkan daya ingat, mengurangi kecemasan, memperkaya pengalaman belajar, dan lebih memotivasi. Rekomendasi simulator penerbangan bisa menjadi pilihan yang menyenangkan. Ada beberapa simulator penerbangan yang dapat direkomendasikan, antara lain:

  1. Microsoft Flight Simulator: Microsoft Flight Simulator adalah simulator penerbangan yang dikembangkan oleh Microsoft. Simulator ini memiliki grafis yang sangat realistis dan menyajikan dunia yang terlihat seperti aslinya. Microsoft Flight Simulator juga memiliki fitur real-time weather, navigasi yang akurat, dan kontrol yang mudah dipahami.
  2. X-Plane: X-Plane adalah simulator penerbangan yang juga sangat realistis dan sering digunakan oleh pilot dan profesional penerbangan. Simulator ini memiliki grafis yang bagus dan memungkinkan pengguna untuk memilih dari berbagai pesawat terbang dan pemandangan.
  3. GeoFS: GeoFS adalah simulator penerbangan daring (online) yang gratis dan dapat dimainkan melalui browser web. Simulator ini menyajikan lingkungan terbang yang realistis dan memungkinkan pengguna untuk terbang di seluruh dunia dengan berbagai pesawat terbang.
  4. FlightGear: FlightGear adalah simulator penerbangan yang gratis dan open-source. Simulator ini memiliki grafis yang bagus dan memungkinkan pengguna untuk memilih dari berbagai pesawat terbang dan pemandangan. FlightGear juga memiliki fitur real-time weather dan navigasi yang akurat.
  5. Infinite Flight: Infinite Flight adalah simulator penerbangan daring yang didesain khusus untuk perangkat mobile (iOS dan Android). Simulator ini memiliki grafis yang bagus dan menyajikan lingkungan terbang yang realistis. Infinite Flight juga memiliki fitur multiplayer, sehingga pengguna dapat terbang bersama dengan orang lain dari seluruh dunia.

(Beranda GEO-FS, simulator penerbangan)

Bagi mahasiswa yang menginginkan simulator yang  tidak memerlukan instalasi di perangkat, GeoFS menjadi rekomendasi yang cukup baik mengingat hanya bermodalkan browser saja ketika akan menjalankan simulator. GeoFS adalah sebuah simulator penerbangan daring (online) yang beralamat https://www.geo-fs.com yang dirancang untuk memberikan pengalaman terbang pesawat terbang yang realistis kepada pengguna. GeoFS dapat diakses melalui browser web dan dapat dimainkan secara gratis, meskipun beberapa fitur dan pesawat terbang tambahan tersedia dengan berlangganan berbayar. GeoFS adalah simulator penerbangan daring yang sangat realistis dan menyenangkan untuk dimainkan, baik untuk pemula maupun pilot terbang yang berpengalaman.

Dalam GeoFS, pengguna dapat memilih dari berbagai pesawat terbang, termasuk pesawat kecil seperti Cessna dan Piper, hingga pesawat komersial seperti Boeing 747 dan Airbus A380. Setiap pesawat terbang memiliki karakteristik yang berbeda, seperti kecepatan, jangkauan, dan tingkat kelincahan, yang mempengaruhi cara pesawat terbang dipiloti. GeoFS menyajikan lingkungan terbang yang realistis, termasuk kondisi cuaca yang berubah-ubah, navigasi yang akurat, dan pemandangan yang terlihat seperti aslinya. Pengguna dapat terbang di seluruh dunia, memilih dari ribuan bandara dan tempat pendaratan, serta mengatur kondisi cuaca, waktu, dan lokasi. Selain itu, GeoFS juga menyediakan berbagai fitur yang membantu pengguna dalam mempelajari teknik-teknik penerbangan, seperti fitur autopilot dan instrumen navigasi. Pengguna juga dapat memilih dari berbagai mode permainan, seperti terbang dengan misi atau menjelajahi dunia bebas.

Kesimpulannya, buku pembelajaran dan media pembelajaran interaktif serta simulator memiliki manfaat yang berbeda-beda untuk meningkatkan keilmuan di bidang teknik aeronautika. Buku pembelajaran membantu memperdalam pemahaman mengenai konsep-konsep teori dan memberikan pengetahuan yang penting untuk memahami prinsip-prinsip penerbangan. Media pembelajaran interaktif memungkinkan pembelajaran yang lebih menarik dan dapat membantu mahasiswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam melalui simulasi, visualisasi, dan pengalaman langsung yang dihadirkan. Sementara itu, simulator penerbangan dapat memberikan pengalaman langsung dalam penerbangan yang realistis dan mengembangkan keterampilan praktis yang diperlukan dalam bidang teknik aeronautika. Dengan demikian, penggunaan buku pembelajaran, media pembelajaran interaktif, dan simulator dapat saling melengkapi untuk meningkatkan keilmuan di bidang teknik aeronautika.

STTKD Bersholawat Bersama Habib Syech Bin Abdul-Qadir Assegaf

Kegiatan ini merupakan acara puncak dari rangkaian Acara Dies Natalis STTKD yang ke-28. Acara puncak ditutup dengan Sholawat dan Doa bersama agar kedepan, STTKD dapat mewujudkan cita-citanya menjadi pusat keunggulan dibidang Kedirgantaraan.

Di usianya yang ke 28 ini, STTKD terus berupaya untuk;

  1. Menaikkan Akreditasi dari Baik Sekali menjadi Unggul: STTKD terus berupaya meningkatkan kualitas dan reputasinya sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam bidang kedirgantaraan di tingkat nasional maupun internasional. Dengan pengembangan kurikulum yang relevan, fasilitas yang memadai, serta dosen dan tenaga kependidikan yang berkualitas.
  2. Mencetak Lulusan yang Berkualitas dan Siap Bersaing: STTKD berkomitmen agar lulusannya memiliki kompetensi yang tinggi, berdaya saing, serta mampu menghadapi tantangan global dalam bidang kedirgantaraan.
  3. Menjalin Kemitraan yang Strategis: STTKD berupaya menjalin kemitraan yang strategis dengan industri, pemerintah, dan lembaga lainnya dalam rangka mengoptimalkan kerjasama dalam pengembangan teknologi kedirgantaraan.
  4. Berkontribusi dalam Pengembangan Sektor Kedirgantaraan Nasional: STTKD berusaha untuk berperan aktif dalam pengembangan sektor kedirgantaraan di Indonesia. Melalui penelitian dan pengembangan yang inovatif, STTKD berharap dapat menghasilkan produk atau teknologi kedirgantaraan yang dapat digunakan secara praktis dan bermanfaat bagi masyarakat serta dapat meningkatkan daya saing industri kedirgantaraan nasional.
#sttkdbersholawat

 

Kemajuan Teknologi AI di Bidang Aeronautika dan Peran Mahasiswa dalam Memanfaatkannya

 

Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI)

Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) tidak hanya mempengaruhi dunia bisnis dan industri, tetapi juga di bidang aeronautika. Dalam industri penerbangan, teknologi AI dapat digunakan untuk memantau, menganalisis, dan meningkatkan efisiensi operasi pesawat. Mahasiswa di bidang aeronautika dapat memanfaatkan kemajuan teknologi AI untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam merancang dan mengembangkan teknologi penerbangan. Misalnya, mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi AI untuk memodelkan dan menguji komponen pesawat secara virtual, sehingga dapat mempercepat proses desain dan mengurangi biaya produksi.

Teknologi AI pada pesawat saat ini terus dikembangkan untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi penerbangan. Contohnya adalah sistem pendaratan otomatis yang menggunakan teknologi AI untuk mendeteksi cuaca buruk dan menerapkan pendaratan yang lebih halus dan aman. Selain itu, teknologi AI juga dapat digunakan untuk memantau kondisi pesawat secara real-time dan mencegah kerusakan pada mesin.

Artificial Intelligence (AI) telah digunakan dalam pemeliharaan pesawat selama beberapa tahun terakhir. Salah satu contoh penggunaannya adalah dengan memanfaatkan data sensor pesawat dan menganalisisnya dengan menggunakan teknik-teknik machine learning untuk memprediksi kegagalan komponen sebelum terjadi. Teknik ini dikenal sebagai “predictive maintenance” atau pemeliharaan prediktif. Dengan menggunakan AI untuk menganalisis data dari sensor pesawat, perusahaan penerbangan dapat memperkirakan kapan suatu komponen akan mengalami kegagalan dan melakukan tindakan pencegahan sebelum kegagalan terjadi. Selain itu, AI juga dapat digunakan untuk menganalisis data dari penerbangan sebelumnya dan melakukan prediksi terhadap potensi kerusakan pada pesawat di masa depan. Hal ini dapat membantu perusahaan penerbangan dalam perencanaan pemeliharaan dan mengurangi waktu downtime pesawat. Beberapa contoh perusahaan yang menggunakan AI dalam pemeliharaan pesawat adalah General Electric, Rolls-Royce, dan Boeing.

Peran Mahasiswa dalam Memanfaatkan AI

Mahasiswa bidang aeronautika perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan teknologi AI yang terus berkembang dalam industri penerbangan. Mereka perlu mempelajari teknologi AI dan aplikasinya di bidang aeronautika, sehingga dapat mengembangkan kemampuan dan keahlian yang relevan dengan permintaan pasar. Tidak perlu takut bahwa teknologi AI akan menggantikan peran manusia di industri penerbangan. Teknologi AI adalah alat yang dapat membantu manusia meningkatkan efisiensi dan keamanan penerbangan. Namun, ini juga menekankan bahwa mahasiswa di bidang aeronautika perlu memiliki pengetahuan dan keahlian yang relevan untuk memanfaatkan teknologi AI secara optimal.

Mahasiswa memiliki peran yang sangat penting dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk kemajuan masyarakat dan bangsa. Berikut adalah beberapa peran penting mahasiswa dalam memanfaatkan AI:

  1. Mempelajari dan Mengembangkan AI: Mahasiswa dapat belajar dan mengembangkan teknologi AI melalui program studi atau kursus yang tersedia. Selain itu, mereka juga dapat membentuk kelompok studi atau tim riset untuk mengembangkan AI yang bermanfaat bagi masyarakat.
  2. Menerapkan AI dalam Bidang Studi: Mahasiswa dapat menerapkan AI dalam bidang studi mereka, seperti di bidang kesehatan, keuangan, dan teknologi. Dengan menerapkan AI pada bidang studi mereka, mahasiswa dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas pekerjaan mereka.
  3. Menggunakan AI untuk Meningkatkan Efisiensi: Mahasiswa dapat menggunakan AI untuk meningkatkan efisiensi di lingkungan kampus dan masyarakat sekitarnya. Contohnya, mahasiswa dapat menggunakan AI untuk mengelola data, mengoptimalkan proses, atau memperbaiki sistem yang sudah ada.
  4. Menggunakan AI untuk Mengatasi Masalah Sosial: Mahasiswa dapat menggunakan AI untuk mengatasi masalah sosial seperti kemiskinan, lingkungan, dan pendidikan. Dengan menggunakan teknologi AI, mereka dapat menghasilkan solusi yang lebih efektif dan efisien dalam mengatasi masalah tersebut.
  5. Mengedukasi Masyarakat tentang AI: Mahasiswa dapat membantu mengedukasi masyarakat tentang teknologi AI dan manfaatnya. Dengan cara ini, masyarakat akan lebih terbuka dan siap menghadapi perubahan yang dibawa oleh teknologi AI.

Dengan peran yang krusial tersebut, mahasiswa dapat memberikan kontribusi besar untuk kemajuan teknologi dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, para mahasiswa perlu memanfaatkan peluang yang ada dan mengembangkan potensi mereka dalam memanfaatkan teknologi AI untuk kebaikan bersama.

Bagaimana Menjadi Mekanik atau Teknisi Pesawat Terbang

(Sumber: https://www.dc-aviation.com)

Pesawat adalah suatu alat penerbangan yang digunakan untuk melakukan penerbangan melalui udara. Pesawat terdiri dari sejumlah bagian yang bekerja sama untuk membuat pesawat terbang, seperti sayap, mesin, dan kokpit. Ada beberapa jenis pesawat, termasuk pesawat pribadi, pesawat bisnis, pesawat angkut, pesawat tempur, dan pesawat angkutan luar angkasa. Setiap jenis pesawat memiliki desain dan fitur yang unik yang sesuai dengan tujuannya. Pesawat dipakai untuk berbagai keperluan, seperti penerbangan komersial, penerbangan militer, penerbangan ilmiah, dan penerbangan rekreasi.

Pesawat memegang peran yang sangat penting dalam dunia kedirgantaraan. Beberapa perannya antara lain:

  1. Transportasi: Pesawat memungkinkan orang dan barang untuk diterbangkan dengan cepat dan efisien ke berbagai lokasi. Ini mempermudah mobilitas dan mempercepat perdagangan antar negara.
  2. Militer: Pesawat memainkan peran penting dalam operasi militer, termasuk pengawasan dan pengintaian, pengiriman pasukan dan barang, dan serangan udara.
  3. Ekonomi: Industri penerbangan memainkan peran besar dalam perekonomian global, dengan ribuan perusahaan dan jutaan pekerja yang terlibat dalam produksi, operasi, dan pemeliharaan pesawat.
  4. Ilmu Pengetahuan: Pesawat digunakan dalam berbagai misi ilmiah, termasuk pengamatan Bumi, pengiriman satelit, dan eksplorasi luar angkasa.
  5. Hiburan: Beberapa jenis pesawat, seperti pesawat acrobatic, digunakan dalam pertunjukan udara dan sebagai hiburan bagi penonton.

Secara keseluruhan, pesawat memegang peran yang sangat penting dalam mempermudah komunikasi, transportasi, dan operasi militer, serta membantu memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hubungan dunia kedirgantaran dan aeronautika

Dunia kedirgantaran dan aeronautika memiliki hubungan yang erat dan saling melengkapi. Kedirgantaran adalah cabang ilmu yang mempelajari segala hal terkait dengan penerbangan, termasuk desain, pembuatan, dan penerapan teknologi pesawat. Aeronautika, di sisi lain, adalah cabang ilmu yang mempelajari ilmu terkait dengan operasi dan penerbangan pesawat.
Kedua bidang ini sangat berhubungan dan saling melengkapi satu sama lain. Misalnya, desain pesawat yang efisien memerlukan pengetahuan tentang aerodinamika, sementara penerbangan yang aman memerlukan komponen-komponen teknologi yang dikembangkan melalui ilmu kedirgantaran. Oleh karena itu, dunia kedirgantaran dan aeronautika bekerja sama untuk memastikan penerbangan yang aman dan efisien.

Untuk menjadi seorang mekanik pesawat (teknisi pesawat), ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan dan lakukan:

  1. Pendidikan: Persiapkan diri dengan mengambil pendidikan yang relevan, seperti program pendidikan teknik penerbangan di sekolah penerbangan. Contohnya mengambil studi D3 Aeronautika di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta.
  2. Praktik: Dapatkan pengalaman praktik melalui magang atau kerja sampingan di sebuah bengkel pesawat atau perusahaan penerbangan.
  3. Sertifikasi: Persiapkan diri untuk memenuhi syarat sertifikasi mekanik pesawat yang ditetapkan oleh badan pengawas industri penerbangan. Contohnya Basic Certificate A1 dan A4 di STTKD Training Center.
  4. Kemampuan teknis: Pastikan bahwa Anda memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis yang diperlukan untuk melakukan tugas sebagai mekanik pesawat, seperti memahami sistem pesawat, komponen mesin, dan peralatan lainnya.
  5. Kerja keras: Kerja sebagai mekanik pesawat membutuhkan dedikasi dan kerja keras, dan membutuhkan Anda untuk berkonsentrasi dan fokus selama bekerja.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, Anda akan memiliki peluang yang lebih baik untuk menjadi seorang mekanik pesawat (teknisi pesawat) yang sukses.

Manfaat lisensi A1 dan A4 untuk mekanik pesawat (teknisi pesawat)

Lisensi A1 adalah lisensi mekanik pesawat dari Organisasi Aviasi Sipil Internasional (ICAO) dan Federal Aviation Administration (FAA). Lisensi ini memberikan izin kepada mekanik untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan pada pesawat udara registrasi domestik dan pesawat udara registrasi luar negeri yang terdaftar di bawah kendali FAA. Untuk memperoleh lisensi A1, mekanik harus memenuhi persyaratan pendidikan dan pelatihan, serta menyelesaikan ujian teori dan praktik. Lisensi A1 merupakan tingkatan tertinggi dari tiga lisensi mekanik pesawat yang diterbitkan oleh FAA.

Lisensi A4 adalah lisensi mekanik pesawat dari Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika Serikat. Ini adalah lisensi tingkat lebih rendah dari lisensi A&P (A1), dan memberikan izin kepada mekanik untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan pada sistem instrumen dan avionik pada pesawat udara registrasi domestik dan pesawat udara registrasi luar negeri yang terdaftar di bawah kendali FAA. Untuk memperoleh lisensi A4, mekanik harus memenuhi persyaratan pendidikan dan pelatihan, serta menyelesaikan ujian teori dan praktik. Lisensi A4 memberikan fleksibilitas kepada mekanik untuk melakukan tugas yang lebih spesifik dalam bidang instrumen dan avionik, serta membantu mereka untuk memfokuskan keterampilan mereka dalam bidang tertentu.

Berkarir melalui jalur Diploma 3 (D3)

Lama studi Diploma 3 (D3) biasanya berkisar antara 2-3 tahun. Ini tergantung pada program studi dan institusi pendidikan yang dipilih. D3 adalah program pendidikan setingkat lebih rendah dari sarjana (S1), dan biasanya memberikan fokus yang lebih spesifik pada bidang tertentu.

Setelah lulus dari program D3, lulusan dapat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, seperti S1, atau memulai karir profesional dalam bidang yang dipelajari. Namun, beberapa industri dan posisi kerja membutuhkan pendidikan yang lebih tinggi, seperti S1, dan mempertimbangkan lulusan D3 sebagai kandidat yang memenuhi syarat. Oleh karena itu, sangat penting bagi lulusan D3 untuk memahami persyaratan posisi kerja yang mereka minati sebelum memulai karir.

  1. Waktu Studi: D3 membutuhkan waktu studi yang lebih singkat dibandingkan S1, sekitar 2-3 tahun. Ini membuat lulusan D3 dapat memasuki dunia kerja lebih cepat dan memulai karir profesional mereka.
  2. Biaya: Studi D3 juga lebih murah dibandingkan S1, karena membutuhkan waktu yang lebih singkat dan fokus yang lebih spesifik pada bidang tertentu.
  3. Fokus Pembelajaran: D3 memiliki fokus pembelajaran yang lebih spesifik dan praktis dibandingkan S1, membantu lulusan memiliki keterampilan yang lebih cepat dan relevan dalam dunia kerja.
  4. Akses Karir: Tergantung pada bidang yang dipilih, beberapa posisi kerja membutuhkan pendidikan yang lebih rendah, seperti D3, dan mempertimbangkan lulusan D3 sebagai kandidat yang memenuhi syarat.

Secara umum, D3 dan S1 memiliki keunggulan masing-masing dan membantu lulusan memiliki pendidikan dan keterampilan yang berbeda-beda untuk memenuhi persyaratan posisi kerja yang berbeda. Pilihan terbaik antara D3 dan S1 tergantung pada banyak faktor, termasuk minat, karir, dan tujuan pendidikan dan profesional.

Rekaman Video Sosialisasi Penilaian Akhir PKL dan Pendaftaran TA 2022-2023

 

Video dapat dilihat pada tautan di bawah ini :

https://drive.google.com/file/d/1-24GWXeIeqD-SHtQrU75rh_FJ_MDZZnB/view?usp=sharing

File presentasi dapat dilihat pada tautan di bawah ini :

https://docs.google.com/presentation/d/1Nl4JPAvpwfHY59B9oNFSmYHihA25koUd/edit?usp=sharing&ouid=117559804022237854905&rtpof=true&sd=true 

 

Terima kasih

Salam hangat

Prodi Aeronautika

KULIAH UMUM “CYBER CRIME ELECTRONIC TRANSACTION” OLEH KOMPOL LOGOS BINTORO SUBDIT V / TIPIDSIBER DITRESKRIMSUS POLDA DIY

Selasa, 30 Agustus 2022 jam 09.00 bertempat di Ruang Kuliah Umum Al-Batros lantai 3 Gedung utama Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD). Taruna/I baru Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD mengikuti perkuliahan umum yang bekerja sama dengan SUBDIT V / TIPIDSIBER DITRESKRIMSUS POLDA DIY.

Perkuliahan umum ini dibersamai oleh Kompol Logos Bintoro,S.H,M.H., yaitu KANIT 3 SUBDIT 5/SIBER. Kehadiran Kompol Logos menggalang antusiasme Taruna/I dalam mengikuti kegiatan kuliah umum pada hari itu. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pesera yang bertanya terkait dengan materi yang disajikan. Tema perkuliahan umum pagi itu pun menambah antusiasme mahasiswa, yaitu “CYBER CRIME ELECTRONIC TRANSACTION“. Kegiatan perkuliahan umum dibuka oleh Erwan Eko Prasetyo, S.Pd., M.Eng selaku Kaprodi D-3 Aeronautika dan turut serta dihadiri oleh dosen-dosen STTKD.

Dalam kegiatan tersebut, disampaikan oleh Kompol Logos Bintoro bahwa pada dasarnya manusia tidak terlepas dari teknologi internet. Dengan padatnya aktifitas dalam dunia maya, kejahatan cyber tidak dapat dihindarkan. Dengan kejahatan cyber yang tidak ada batasnya, maka wajib bagi kita mengenali modus yang digunakan oleh para pelaku kejahatan cyber. Dengan mengenali modus penipuan on-line, yaitu bisa dilakukan dengan tidak menanggapi pesan yang menggiurkan dari penawaran berbagai produk atau jasa dari orang yang tidak dikenal.

Dengan ditetapkannya UU ITE No.19 tahun 2016 pasal 27 ayat 1, 2, 3 Pasal 28 ayat 1, 2 Pasal 29 sampai pasal 31 dengan ketentuan pidana pada pasal 45 sampai pasal 48. Korban kejahatan cyber dapat melaporkan kejahatan cyber di kepolisian dengan penanganan pada divisi CYBER POLRI.

Perkuliahan umum pagi itu juga diiringi dengan sesi tanya jawab di bagian akhir yang diikuti secara aktif oleh Taruna/I. Setelah seluruh kegiatan selesai, kulah umum ditutup oleh Erwan Eko Prasetyo, S.Pd., M.Eng.

 

Terima kasih

Salam hangat

Prodi Aeronautika